Pernikahan dalam Islam bukan sekadar
ikatan lahiriah, tetapi merupakan mitsaqan ghalizha—perjanjian yang kuat
di hadapan Allah SWT. Di balik akad yang sederhana, terkandung tanggung jawab
besar: membangun kehidupan rumah tangga yang dilandasi cinta, kesetiaan, dan
komitmen hingga akhir hayat.
Kesetiaan dan komitmen adalah dua
pilar penting dalam menjaga keutuhan dan keberkahan pernikahan. Keduanya tidak
hanya menjadi bukti cinta sejati, tetapi juga cermin dari ketaatan kepada Allah
dan pengamalan ajaran Rasulullah ﷺ.
Makna
Kesetiaan dalam Pernikahan
Kesetiaan dalam Islam berarti menjaga hati, lisan, dan perbuatan agar
tetap berada dalam jalur yang diridhai Allah dalam hubungan suami istri.
Kesetiaan bukan sekadar tidak berkhianat secara fisik, tetapi juga menjaga
pikiran dan emosi agar tidak melanggar batas syariat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْمَلُ
الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ
لِنِسَائِهِمْ
"Orang mukmin yang paling
sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian
adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya."
(HR. Tirmidzi no. 1162)
Hadis ini menegaskan bahwa perlakuan
yang baik dan penuh kasih kepada pasangan adalah tanda iman yang sempurna.
Suami dan istri yang setia tidak akan menyakiti, meninggalkan, atau mengabaikan
pasangannya.
Makna
Komitmen dalam Pernikahan
Komitmen adalah tekad kuat untuk menjaga janji pernikahan di segala
kondisi—baik senang maupun susah, sehat maupun sakit. Komitmen mencerminkan
kesiapan untuk terus berusaha memperbaiki diri dan pasangan, bukan menyerah
saat ada ujian.
Allah SWT berfirman:
إِن
يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلِيمًا خَبِيرًا
“Jika keduanya berkehendak untuk
berdamai, niscaya Allah akan memberi taufik kepada keduanya...”
(QS. An-Nisa’: 35)
Ayat ini mengajarkan bahwa pernikahan
membutuhkan upaya aktif untuk memperbaiki, bukan lari dari masalah.
Komitmen berarti terus memilih pasangan kita setiap hari—meski keadaan tidak
selalu ideal.
Tanda-Tanda
Kesetiaan dan Komitmen dalam Pernikahan Islami
1.
Menjaga Amanah dan Kehormatan
Setiap pasangan adalah amanah.
Menjaga rahasia, kehormatan, dan nama baik pasangan adalah bentuk kesetiaan
yang utama.
كُلُّكُمْ
رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah pemimpin
dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."
(HR. Bukhari & Muslim)
2.
Tidak Selingkuh secara Fisik maupun Digital
Kesetiaan diuji bukan hanya saat
berjauhan, tetapi juga di ruang privat seperti media sosial. Islam melarang
mendekati zina, termasuk dalam bentuk virtual.
3.
Setia dalam Ujian dan Kesulitan
Pasangan yang komitmen tidak hanya
hadir saat bahagia, tetapi juga mendampingi ketika jatuh, sakit, atau sedang
diuji secara ekonomi.
4.
Terus Menumbuhkan Cinta dengan Ibadah
Pasangan yang setia dan komitmen
akan terus menumbuhkan cinta melalui salat berjamaah, doa bersama, dan saling
menasihati dalam iman.
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا
إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ
لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda
(kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu
sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya
di antara kamu rasa kasih dan sayang…”
(QS. Ar-Rum: 21)
Dampak
Kesetiaan dan Komitmen
1.
Keluarga
menjadi tempat yang menenteramkan jiwa (sakinah).
2.
Anak-anak
tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh cinta.
3.
Cinta
menjadi ibadah dan jalan menuju surga.
Kesetiaan dan komitmen dalam
pernikahan bukan hanya tuntutan sosial, tetapi perintah agama dan bentuk
ibadah. Dalam Islam, pasangan yang saling setia dan berkomitmen akan saling
menuntun hingga ke surga. Maka, mari jaga pernikahan bukan hanya dengan cinta,
tapi dengan takwa, sabar, dan ketulusan niat karena Allah.
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Allah,
anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan
jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74)
0 comments:
Posting Komentar