Kamis, 24 Juli 2025

Kesetiaan dan Komitmen dalam Pernikahan

 


Dr. Abdul Munir, M.Pd.I
(Penyuluh Agama Islam, KUA Sape)

Pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi merupakan mitsaqan ghalizha—perjanjian yang kuat di hadapan Allah SWT. Di balik akad yang sederhana, terkandung tanggung jawab besar: membangun kehidupan rumah tangga yang dilandasi cinta, kesetiaan, dan komitmen hingga akhir hayat.

Kesetiaan dan komitmen adalah dua pilar penting dalam menjaga keutuhan dan keberkahan pernikahan. Keduanya tidak hanya menjadi bukti cinta sejati, tetapi juga cermin dari ketaatan kepada Allah dan pengamalan ajaran Rasulullah .

Makna Kesetiaan dalam Pernikahan

Kesetiaan dalam Islam berarti menjaga hati, lisan, dan perbuatan agar tetap berada dalam jalur yang diridhai Allah dalam hubungan suami istri. Kesetiaan bukan sekadar tidak berkhianat secara fisik, tetapi juga menjaga pikiran dan emosi agar tidak melanggar batas syariat.

Rasulullah bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya."
(HR. Tirmidzi no. 1162)

Hadis ini menegaskan bahwa perlakuan yang baik dan penuh kasih kepada pasangan adalah tanda iman yang sempurna. Suami dan istri yang setia tidak akan menyakiti, meninggalkan, atau mengabaikan pasangannya.

Makna Komitmen dalam Pernikahan

Komitmen adalah tekad kuat untuk menjaga janji pernikahan di segala kondisi—baik senang maupun susah, sehat maupun sakit. Komitmen mencerminkan kesiapan untuk terus berusaha memperbaiki diri dan pasangan, bukan menyerah saat ada ujian.

Allah SWT berfirman:

إِن يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

“Jika keduanya berkehendak untuk berdamai, niscaya Allah akan memberi taufik kepada keduanya...”
(QS. An-Nisa’: 35)

Ayat ini mengajarkan bahwa pernikahan membutuhkan upaya aktif untuk memperbaiki, bukan lari dari masalah. Komitmen berarti terus memilih pasangan kita setiap hari—meski keadaan tidak selalu ideal.

 

Tanda-Tanda Kesetiaan dan Komitmen dalam Pernikahan Islami

1. Menjaga Amanah dan Kehormatan

Setiap pasangan adalah amanah. Menjaga rahasia, kehormatan, dan nama baik pasangan adalah bentuk kesetiaan yang utama.

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya."
(HR. Bukhari & Muslim)

2. Tidak Selingkuh secara Fisik maupun Digital

Kesetiaan diuji bukan hanya saat berjauhan, tetapi juga di ruang privat seperti media sosial. Islam melarang mendekati zina, termasuk dalam bentuk virtual.

3. Setia dalam Ujian dan Kesulitan

Pasangan yang komitmen tidak hanya hadir saat bahagia, tetapi juga mendampingi ketika jatuh, sakit, atau sedang diuji secara ekonomi.

4. Terus Menumbuhkan Cinta dengan Ibadah

Pasangan yang setia dan komitmen akan terus menumbuhkan cinta melalui salat berjamaah, doa bersama, dan saling menasihati dalam iman.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang…”
(QS. Ar-Rum: 21)

Dampak Kesetiaan dan Komitmen

1.      Keluarga menjadi tempat yang menenteramkan jiwa (sakinah).

2.      Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh cinta.

3.      Cinta menjadi ibadah dan jalan menuju surga.

 

Kesetiaan dan komitmen dalam pernikahan bukan hanya tuntutan sosial, tetapi perintah agama dan bentuk ibadah. Dalam Islam, pasangan yang saling setia dan berkomitmen akan saling menuntun hingga ke surga. Maka, mari jaga pernikahan bukan hanya dengan cinta, tapi dengan takwa, sabar, dan ketulusan niat karena Allah.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Allah, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Furqan: 74)

 

0 comments: