Rabu, 30 Juli 2025

Pernikahan sebagai Sarana Ibadah dan Meraih Ridha Allah

Pernikahan sebagai Sarana Ibadah dan Meraih Ridha Allah


Dr. Abdul Munir, M.Pd.I
(Penyuluh Agama Islam, KUA Sape)

Pernikahan dalam Islam bukan sekadar hubungan biologis atau kontrak sosial, melainkan sebuah ibadah suci yang penuh makna. Ia adalah sunnah Nabi dan jalan yang diridhai Allah SWT untuk menyempurnakan agama, menumbuhkan ketenangan jiwa, serta membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Allah menciptakan pernikahan sebagai media untuk mendekatkan diri kepada-Nya, bukan sekadar pelampiasan hawa nafsu atau tuntutan duniawi. Maka, siapa pun yang memaknai pernikahan sebagai ibadah akan menjadikannya ladang pahala dan sumber ketenangan hati.

Landasan Al-Qur’an dan Hadis tentang Pernikahan

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Rasulullah juga bersabda:

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

"Nikah itu sunnahku, siapa yang tidak suka terhadap sunnahku maka ia bukan dari golonganku."
(HR. Ibnu Majah no. 1846)

Mengapa Pernikahan adalah Ibadah?

1. Melaksanakan Sunnah Nabi

Menikah adalah bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu. Ketika diniatkan karena Allah, pernikahan menjadi ibadah sepanjang hayat.

2. Menjaga Diri dari Maksiat

Dengan menikah, seseorang melindungi dirinya dari zina dan menjaga kesucian. Ini termasuk bentuk taqwa kepada Allah.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi pengekang (syahwat) baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menghidupkan Amal Kebajikan dalam Rumah Tangga

Aktivitas dalam rumah tangga—seperti bekerja untuk keluarga, melayani pasangan, mendidik anak—semuanya bernilai pahala jika diniatkan karena Allah.

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟
قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

"Dalam hubungan suami istri terdapat pahala."
Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami menyalurkan syahwatnya, dia mendapat pahala?"
Rasul menjawab: "Bagaimana menurut kalian jika dia menyalurkannya di jalan haram, bukankah dia berdosa? Maka jika dia melakukannya di jalan yang halal, maka dia mendapat pahala."
(HR. Muslim)

Menjadikan Pernikahan Sebagai Jalan Meraih Ridha Allah

Agar pernikahan menjadi sarana mendekat kepada Allah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Niat yang Lurus

Menikah bukan hanya karena cinta atau desakan sosial, tapi karena ingin menjalankan perintah Allah dan membentuk keluarga yang diridhai-Nya.

2. Menjaga Akhlak dan Tanggung Jawab

Suami dan istri hendaknya berakhlak mulia, saling menghargai, dan menjalankan kewajiban dengan ikhlas.

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."
(HR. Tirmidzi no. 1162)

3. Bersama dalam Ibadah

Pasangan suami-istri yang shalat bersama, berdoa, berinfak, dan mendidik anak-anak dalam Islam, akan meraih keluarga yang penuh berkah dan rahmat.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan-keturunan kami sebagai penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan: 74)

Pernikahan dalam Islam bukan sekadar hubungan duniawi, tetapi perjalanan spiritual menuju ridha Allah SWT. Dengan niat yang ikhlas, pergaulan yang islami, dan komitmen terhadap ajaran agama, rumah tangga akan menjadi taman ibadah yang menyenangkan di dunia dan mengantarkan keselamatan di akhirat.

Semoga setiap pasangan muslim dapat menjadikan pernikahannya sebagai sarana ibadah dan wasilah menuju surga. Āmīn.

 

0 comments: