Perkawinan dalam Islam bukan hanya
sekadar ikatan lahiriah antara seorang laki-laki dan perempuan, tetapi juga
merupakan ikatan spiritual yang sakral. Allah SWT menyebut pernikahan sebagai
“mitsaqan ghalizha” (perjanjian yang kuat) dalam Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 21).
Di dalam pernikahan yang diridhai Allah, cinta dan kasih sayang bukan sekadar
pelengkap, melainkan ruh utama yang menghidupkan hubungan suami istri.
Kasih
Sayang: Fondasi Utama Rumah Tangga
Allah SWT berfirman:
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di
antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah wa rahmah)." (QS. Ar-Rum: 21)
Ayat ini menegaskan bahwa mawaddah
(cinta penuh gairah) dan rahmah (kasih sayang) adalah dua pilar penting
dalam kehidupan suami istri. Cinta membangkitkan semangat dan perhatian,
sementara kasih sayang menumbuhkan empati, kesabaran, dan pengertian dalam menghadapi
berbagai dinamika rumah tangga.
Romantisme
dalam Pandangan Islam
Romantisme bukan hal yang asing
dalam ajaran Islam. Bahkan Rasulullah ﷺ adalah teladan agung dalam mengekspresikan
cinta dan kasih sayang kepada istri-istrinya. Dalam berbagai hadis, tergambar
bagaimana beliau berinteraksi penuh kelembutan, canda, dan perhatian:
1.
Panggilan Mesra
Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan
bahwa Rasulullah ﷺ memanggilnya dengan panggilan lembut seperti "Ya
Humairah" (wahai yang pipinya kemerah-merahan). Ini menunjukkan betapa
beliau memperhatikan dan memuliakan istrinya dengan kata-kata yang indah.
2.
Lomba Lari dan Bercanda
Dalam satu riwayat, Aisyah berkata
bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengajaknya lomba lari, dan beliau sengaja membiarkannya
menang. Di kesempatan lain, Rasulullah ﷺ membalas dengan menang agar seimbang. Ini
bukan sekadar bermain, tapi bentuk romantisme dan kebersamaan yang hangat dalam
rumah tangga.
3.
Makan Bersama dan Memberi Suapan
Aisyah pernah menceritakan bagaimana
beliau dan Rasulullah ﷺ minum dari bejana yang sama, dan Rasulullah meletakkan mulutnya
persis di bekas mulut Aisyah. Hal ini menunjukkan keintiman yang halus dan
penuh cinta, sesuatu yang sangat Islami dan penuh adab.
Kasih
Sayang dalam Kesulitan
Romantisme dan kasih sayang bukan
hanya ditunjukkan saat bahagia. Ketika sakit, sedih, atau dalam kesulitan
ekonomi, Rasulullah ﷺ tetap bersikap lembut. Beliau bersabda:
أَكْمَلُ
الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ
لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna
imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik kepada
istrinya.” (HR. Tirmidzi)
Kesempurnaan iman seorang suami
tercermin dari bagaimana ia memperlakukan istrinya—dengan lembut, pengertian,
dan penuh perhatian, bukan dengan kekerasan, sikap dingin, atau kata-kata
kasar.
Romantisme
Tidak Harus Mahal
Romantisme dalam Islam tidak selalu
identik dengan hadiah mewah atau perjalanan jauh. Sebuah senyuman, pelukan
hangat, ucapan terima kasih, doa bersama, atau sekadar memijit istri yang lelah
sudah termasuk bentuk cinta yang berpahala. Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِنَّكَ
لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ
عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِيِّ امْرَأَتِكَ
"Sesungguhnya di antara
perbuatan yang berpahala adalah engkau memberi makan istrimu dan engkau
letakkan suapan itu di mulutnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, Romantisme dan kasih sayang
dalam perkawinan bukanlah hal sepele, melainkan bagian dari ibadah dan sunnah
Nabi ﷺ.
Rumah tangga yang dibangun dengan cinta dan rahmah akan melahirkan ketenangan
jiwa, kebahagiaan dunia-akhirat, serta menjadi ladang pahala yang terus
mengalir. Maka dari itu, mari kita hidupkan kembali kehangatan cinta dalam
rumah tangga kita sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, agar pernikahan
menjadi surga yang meneduhkan hati di tengah dunia yang penuh tantangan.
0 comments:
Posting Komentar