Selasa, 22 Juli 2025

Romantisme dan Kasih Sayang dalam Perkawinan: Meneladani Cinta Rasulullah ﷺ


 
 Romantisme dan Kasih Sayang dalam Perkawinan

Dr. Abdul Munir, M.Pd.I
(Penyuluh Agama Islam, KUA Sape)

Perkawinan dalam Islam bukan hanya sekadar ikatan lahiriah antara seorang laki-laki dan perempuan, tetapi juga merupakan ikatan spiritual yang sakral. Allah SWT menyebut pernikahan sebagai “mitsaqan ghalizha” (perjanjian yang kuat) dalam Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 21). Di dalam pernikahan yang diridhai Allah, cinta dan kasih sayang bukan sekadar pelengkap, melainkan ruh utama yang menghidupkan hubungan suami istri.

Kasih Sayang: Fondasi Utama Rumah Tangga

Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah wa rahmah)." (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menegaskan bahwa mawaddah (cinta penuh gairah) dan rahmah (kasih sayang) adalah dua pilar penting dalam kehidupan suami istri. Cinta membangkitkan semangat dan perhatian, sementara kasih sayang menumbuhkan empati, kesabaran, dan pengertian dalam menghadapi berbagai dinamika rumah tangga.

Romantisme dalam Pandangan Islam

Romantisme bukan hal yang asing dalam ajaran Islam. Bahkan Rasulullah adalah teladan agung dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada istri-istrinya. Dalam berbagai hadis, tergambar bagaimana beliau berinteraksi penuh kelembutan, canda, dan perhatian:

1. Panggilan Mesra

Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan bahwa Rasulullah memanggilnya dengan panggilan lembut seperti "Ya Humairah" (wahai yang pipinya kemerah-merahan). Ini menunjukkan betapa beliau memperhatikan dan memuliakan istrinya dengan kata-kata yang indah.

2. Lomba Lari dan Bercanda

Dalam satu riwayat, Aisyah berkata bahwa Rasulullah pernah mengajaknya lomba lari, dan beliau sengaja membiarkannya menang. Di kesempatan lain, Rasulullah membalas dengan menang agar seimbang. Ini bukan sekadar bermain, tapi bentuk romantisme dan kebersamaan yang hangat dalam rumah tangga.

3. Makan Bersama dan Memberi Suapan

Aisyah pernah menceritakan bagaimana beliau dan Rasulullah minum dari bejana yang sama, dan Rasulullah meletakkan mulutnya persis di bekas mulut Aisyah. Hal ini menunjukkan keintiman yang halus dan penuh cinta, sesuatu yang sangat Islami dan penuh adab.

Kasih Sayang dalam Kesulitan

Romantisme dan kasih sayang bukan hanya ditunjukkan saat bahagia. Ketika sakit, sedih, atau dalam kesulitan ekonomi, Rasulullah tetap bersikap lembut. Beliau bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi)

Kesempurnaan iman seorang suami tercermin dari bagaimana ia memperlakukan istrinya—dengan lembut, pengertian, dan penuh perhatian, bukan dengan kekerasan, sikap dingin, atau kata-kata kasar.

Romantisme Tidak Harus Mahal

Romantisme dalam Islam tidak selalu identik dengan hadiah mewah atau perjalanan jauh. Sebuah senyuman, pelukan hangat, ucapan terima kasih, doa bersama, atau sekadar memijit istri yang lelah sudah termasuk bentuk cinta yang berpahala. Rasulullah bersabda:

وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِيِّ امْرَأَتِكَ

"Sesungguhnya di antara perbuatan yang berpahala adalah engkau memberi makan istrimu dan engkau letakkan suapan itu di mulutnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, Romantisme dan kasih sayang dalam perkawinan bukanlah hal sepele, melainkan bagian dari ibadah dan sunnah Nabi . Rumah tangga yang dibangun dengan cinta dan rahmah akan melahirkan ketenangan jiwa, kebahagiaan dunia-akhirat, serta menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Maka dari itu, mari kita hidupkan kembali kehangatan cinta dalam rumah tangga kita sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah , agar pernikahan menjadi surga yang meneduhkan hati di tengah dunia yang penuh tantangan.

 

0 comments: